Asal Mula Linux, Sistem Operasi Gratis yang Dipakai dari User Biasa sampai Bisnis

Linux terlahir dari proyek pribadi seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada tahun 1991. Saat itu Linus frustasi karena lisensi MINIX hanya terbatas di kalangan pendidikan saja. Lalu muncul ide untuk membuat kernel sendiri yang akhirnya sekarang dikenal dengan nama Linux.

Kreasi tersebut akhirnya menjadi sebuah sistem operasi gratis dengan fitur lengkap. Perlu diketahui, ternyata nama sistem operasi ini bukan Linux, tetapi Freax – hasil dari gabungan kata free, freak dan unix. Sempat terpikir oleh Linus untuk menggunakan Linux tapi dia abaikan karena mirip dengan namanya sehingga terkesan narsis.

Sampai suatu saat seorang temannya di FTP Server menganggap nama Freax aneh dan kurang menarik. Bahkan tanpa sepengetahuan Linus, namanya diganti menjadi Linux sampai hari ini.

Awalnya sistem operasi Linux hanya digunakan di kalangan komunitas terbatas. Sampai akhirnya mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM, HP dan Dell. Kala itu sistem operasi dimonopoli oleh Microsoft. Bahkan tidak mengherankan, Linux telah dipakai di NASA.

Linux akhirnya berkembang pesat dengan berbagai macam distribusi atau yang dikenal dengan istilah Distro. Sistem operasi ini bisa dengan mudah ditemukan di tablet, ponsel, kamera, televisi bahkan ke sistem komputer yang ada di NYSE dan layanan kantor POS Amerika Serikat.

Walaupun begitu, pangsa pasar Linux masih kalah jauh dibandingkan dengan Windows atau macOS. Berdasarkan data dari netmarketshare.com, Linux mempunyai pangsa pasar sebesar 2.34%. Sangat jauh jika dibandingkan dengan monopoli sistem operasi Windows yang mencapai 87,67%. Hal ini tidaklah mengherankan karena harus diakui sistem Linux tidak begitu ramah pengguna, berbeda halnya dengan Windows.

Walaupun begitu, sistem operasi Linux tidak sesulit yang dibayangkan. Saat ini ada banyak distro Linux yang mudah untuk digunakan bahkan oleh orang awam sekalipun, contohnya adalah Ubuntu dan variasinya seperti Xubuntu atau Kubuntu.

Linux lebih banyak digunakan di server daripada oleh pengguna biasa. Misalnya saja Debian dan Ubuntu, 2 distro ini sangat umum ditemukan di server yang digunakan untuk menyimpan data website. Hal ini karena Linux lebih stabil digunakan untuk sistem yang bekerja terus menerus selama 24 jam tanpa henti.

Ini karena Linux merupakan sistem yang sangat efisien dan jarang crash seperti Windows, sehingga sangat cocok untuk server. Meskipun versi desktop atau laptop jarang digunakan oleh orang awam, tapi Linux menjadi sistem operasi pilihan yang banyak digunakan di ponsel bahkan super komputer.

Seiring berkembangnya Linux, semakin banyak pengguna yang beralih ke Linux. Terdapat program atau aplikasi serupa Microsoft Word untuk pengolah kata seperti Libre Office dengan fitur yang hampir setara. Soal antar-muka, Linux juga semakin mudah dengan adanya dekstop environments yang mirip Windows atau macOS. Bahkan saat ini mulai banyak game yang didukung oleh Linux walaupun tidak sebanyak game di Windows.

Ringannya sistem operasi Linux, membuatnya bisa berjalan di komputer atau laptop dengan spesifikasi minimalis sekalipun. Hal ini tentu menguntungkan pengguna yang mempunyai komputer atau laptop lawas tapi masih ingin menggunakannya untuk keperluan sederhana seperti mengakses internet, email, atau menulis.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *