5 Gejala Diabates pada Anak-Anak

Diabetes merupakan penyakit tidak menular pembunuh nomer 2, di Indonesia. Penyakit ini membunuh jutaan usia dewasa setiap harinya di berbagai belahan dunia. Segala pengobatan ditempuh untuk melawan penyakit tersebut, tidak terkecuali dengan produk herbal. Salah satu obat herbal diabetes yang terbukti adalah kolagit. Produk ini diklaim dapat menjadi solusi pengendalian gula dalam darah para penderita diabetes. Dengan terujinya produk ini mengatasi masalah gula darah tentu banyak bermunculan produk yang palsu. Pastikan Anda mengkonsumsi kolagit asli, dengan membelinya di website resminya.

Bicara tentang diabetes, tidak sedikit asumsi di kalangan masyarakat bahwa penyakit diabetes hanya menyerang pada usia dewasa atau kurang lebih sekitar usia 40 tahunan. Asumsi ini terbentuk dikarenakan diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif.

Apakah pernyataan diatas benar? Menurut para ahli di dunia, kadar gula dalam darah yang tinggi dapat terjadi pada usia dini sampai usia dewasa. Faktor ini tentu disebabkan dengan kecanggihan teknologi yang serba instan sehingga masyarakat malas untuk berolahraga, dan banyaknya produk makanan dan minuman yang mengandung gula beredar.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2018, angka kejadian diabetes mellitus pada anak usia nol sampai 8 tahun sangat tinggi, terjadi peningkatan angka kejadian sebanyak 700 persen dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Penyakit diabetes sendiri pada anak-anak dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, sama seperti klasifikasi umum pada orang dewasa, yaitu diabetes tipe 1, dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1. Penyakit ini timbul dikarenakan kerusakan yang terjadi pada organ pankreas, kegagalan organ pankreas dalam meproduksi insulin menyebabkan gula dalam darah terus meningkat. Sedangkan pada diabetes tipe 2, disebabkan oleh adanya gangguan kerja insulin.

Pankreas tetap bisa memproduksi insulin, tetapi jumlah insulin yang dihasilkan tidak cukup memenuhi kebutuhan, hingga menyebakan gula darah dalam darah tidak dapat terserap oleh tubuh. Hormon insulin memiliki peran penting bagi penderita diabetes, hormone ini berfungsi sebagai pengontrol gula dalam darah oleh sel tubuh, lemak, bahkan otot.

Pada kasus diabetes tipe pertama, penyakit ini paling sering diderita oelh anak-anak dikarenakan faktor genetic. Faktor genetik ini disebabkan oleh orang tua anak yang mengalami diabetes gestasional dan dikemudian hari mengalami diabetes tipe 2.

Sedangkan pada kasus penderita diabetes tipe 2, penyebab utamanya adalah obesitas pada usia dini. Dikarenakan orang tua tidak mengontrol konsumsi makanan dan minuman manis pada anak-anak. Sebagai orangtua ada baiknya mengetahui gejala-gejala diabetes, agar anak tetap sehat.

  1. Mudah Lapar

Tanda-tanda anak mengalami diabetes adalah mudah merasa lapar walaupun sudah makan dengan porsi yang lebih. Rasa lapar ini disebabkan karena jumlah insulin yang tidak seimbang, sehingga meskipun mengjonsumsi gula gulatidak dapat dipecah insulin untuk menjadi energi.

  1. Sering Haus

Selain merasa sering lapar, tanda gejala yang kedua adalah anak sering merasa haus meskipun minum secara terus menerus. Hal tersebut disebabkan oleh hormone insulin yang tidak bekerja dengan baik, sehingga gula dalam darah tidak terserap oleh tubuh, dan glukosa dalam tubuh dikeluarkan melalui urine dan keringat, sehingga anak mengalami dehidrasi dan mudah merasa haus.

  1. Sering mengompol atau buang air kecil

Hormon insulin yang tidak dapat memecah glukosa, menyebakan tubuh harus mengeluarkan glukosa yang berlebih, sehingga menyebakan anak mudah mengopol terutama pada malam hari.

  1. Mudah merasa lelah

Ketidakmampuan tubuh dalam melakukan proses penyerapan glukosa dari asupan yang masuk membuat anak kekurangan energi, akibatnya timbul rasa malas, dan mudah merasa lelah. Jika tanda gejala tersebut terjadi pada anak-anak Anda, segera konsultasikan kepada dokter.

Related Posts